De Haagse Markt, Pasar Terbesar di Eropa

Ditulis oleh : Indra Puspitasari

Tinggal di belanda dan tiba-tiba kangen makanan indo? Mudah saja, toko-toko Asia bertebaran di seluruh penjuru belanda. Kebanyakan menjual bumbu-bumbu dan produk-produk khas Indonesia. Di supermarket kita juga bisa menemukan bumbu sate, nasi goreng, kerupuk udang, dan bawang goreng, bahkan indomie!

Males masak? Tinggal duduk manis di restoran indonesia yang ada di hampir semua kota di Belanda. Tapi tentu saja rasa masakan di restoran sudah disesuaikan dengan cita rasa internasional, jadi rendangnya ya tidak sepedas rendang asli dari padang. But it’s worth it, kalo untuk sekedar obat kangen, rasanya boleh juga :D.

Untuk makan sehari2, biasanya aku dan suami memasak makanan dirumah. Selain untuk memuaskan hasrat lidah dan perut, memasak makanan sendiri tentu saja lebih hemat (maklum masih kantong mahasiswa hehe..). Sewaktu kami tinggal di Den Haag, letak apartemen kami tidak jauh dari De Haagse markt (atau lebih dikenal dengan Hobema markt), cuma 5 menit jalan kaki. Biasanya aku belanja kesana setiap hari sabtu. Menurutku pasar ini adalah salah satu surganya pecinta dunia kuliner di belanda.

Pasar ini mengklaim dirinya sebagai pasar terbesar di eropa! Mungkin saja benar, pasar ini terbentang sepanjang hampir 500 meter dan di isi oleh sekitar 500 pedagang yang menjual berbagai macam kebutuhan rumah tangga dari sayur, buah, ikan, daging, baju, sepatu, kain, karpet, mainan, kue, roti, pernak-pernik rumah, bunga dan lain2. Pasar yang hanya buka tiap hari senin, rabu, jumat dan sabtu ini (dari jam 08.00-17.00) selalu ramai dengan pengunjung. Berdesak-2an adalah hal yang biasa disini, maka tak heran banyak peringatan agar berhati2 menjaga dompet dan barang berharga lainnya. Tapi jangan khawatir, polisi juga banyak yang berkeliaran menjaga ketertiban disana.

Sayur dan buah2an yang dijual di sana adalah produk khas dari berbagai negara di dunia. Ada pepaya, pisang dan mangga dari brazil, buah naga dan kaktus dari afrika serta berbagai macam daun dan bumbu2 dari india. Sedangkan sebagian besar sayuran “normal” seperti wortel, kol,terong, bayam, buncis dan lain2 diambil dari perkebunan2 di belanda, spanyol dan jerman. Disana kita juga bisa menjumpai sayuran yang biasa dijual di pasar2 indonesia, seperti pare, kluwih, nangka, oyong, daun melinjo, daun singkong, terong hijau, kacang panjang dan masih banyak lagi. Berbagai macam palawija juga tersedia, seperti singkong, ubi jalar, suweg, sukun, kedelai, jagung. Rempah2 pun sangat lengkap, seperti laos, jahe, kunyit, kencur dan serai. Pecinta tahu, tempe, dan kecambah pun tak akan kecewa, karena semuanya ada di sana. Selain buah2an dari negara 4 musim seperti apel, pir, strawbery dan anggur, buah tropis juga banyak, seperti kelapa, jambu, sirsak, manggis, nanas dan lain2. Setelah menjelang sore banyak sayur dan buah2an yang di obral seharga €1/bak seperti kol, selada, tomat, wortel, terong, apel, dan jeruk. Murah meriah kan…:D

Pasar ini juga menjadi surga bagi pecinta seafood, secara harga seafood di belanda cukup mahal dibanding daging2an. Seafood segar seperti udang, cumi, makarel, tilapia, tuna, salmon dan lain2 dijual dengan harga miring. Misalnya, harga ikan salmon di supermarket sekitar €22/kg, di pasar kita bisa dapat €18/kg. Ikan2 beku di jual di dalam bak seharga €5 saja/bak. Jika beruntung aku bisa mendapatkan sepotong ikan salmon beku seharga €5 untuk Sena.

Beberapa lapak yang menjual ikan goreng (kipbeling) dan ikan hering selalu padat oleh pengunjung. Memang orang belanda suka sekali makan kipbeling yang dicocol mayonese dan ikan hering mentah yang di padu dengan acar bawang merah dan perasan jeruk nipis. Patat (kentang goreng) dan burger adalah snack favorit mereka yang lain. Lapak pedagang turki yang menjual kebab, baklava, simit dan berbagai macam roti juga selalu terlihat laris.

Di bagian belakang pasar terbentang jajaran lapak yang menjual barang2 non-food, seperti baju, aksesoris, kain, mainan, sepatu, karpet, bunga dan lain2. Jika anda ingin menjahit baju sendiri, disinilah anda bisa membeli alat2 menjahit. Peralatan taman dan bijih2an juga lengkap. Butuh barang rumah tangga second? Ada juga lapak yang menjual sofa, lemari es, microwave bahkan sepeda second.

Ga bisa berbahasa belanda? Jangan khawatir, hampir semua orang di belanda bisa dan mau berbahasa inggris, meskipun beberapa tidak lancar.  Tapi kemampuan berbahasa juga tidak terlalu diperlukan di pasar. Anda tidak bisa menawar, semua harga sudah fixed dan ditulis di atas barang tersebut. Jika
anda tidak bisa berbahasa asing, tinggal tunjuk barangnya dan langsung bayar..hehe..:D

Untuk mencapai tempat ini tidak sulit. Dari stasiun Den Haag HS pengunjung bisa naik tram 11 (jurusan Scheveningen haven)/12 (jurusan Duindorp). Perjalanan hanya memakan waktu 6 menit. Di
depan pasar juga ada halte bus 130 jurusan Delft-Grote markt Den Haag.
Jika anda berkesempatan main ke Den Haag, tidak ada salahnya mampir ke pasar ini, sekedar mengingatkan kembali suasana pasar tradisional di indonesia sekaligus membeli oleh2 khas indonesia
yang mungkin tidak bisa anda temukan di kota anda ;) http://www.dehaagsemarkt.nl/ http://9292.nl/

About these ads

One thought on “De Haagse Markt, Pasar Terbesar di Eropa

Silahkan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s