Saat pertama menyapa New Delhi

Seperti yang diceritakan oleh : Relda Verma

Apa yang terlintas di benak pertama kali mendengar kata INDIA? Shahrukh Khan? Perempuan montok dengan baju sari nya yang khas menari-nari sambil bernyanyi dan berputar-putar di tiang?😀, kemiskinan di negara yang termasuk dalam 5 negara terpadat penduduk? …..Saya pun dulu begitu🙂. Teman-teman pun banyak yang berpendapat sama. Bukan perkara mudah buat saya ketika kekasih hati mengutarakan niat untuk meresmikan hubungan ke jenjang pernikahan dan memboyong saya untuk tinggal di India. Aduh,aduh, andaikan hati itu bisa diatur apa maunya. Tapi sekali lagi pepatah lama membuktikan kebenarannya bahwa bila sudah kadung cinta, kemana pun ku rela pergi bersama :)…


Ilustrasi gambar diambil dari situs india-online  dan juga dari situs ini.

Tapi tentunya bukan hanya hal-hal negatif yang mengisi kepala kita kala berpikir tentang India. Siapa sih yang tidak kenal Taj Mahal? Salah satu lambang cinta sejati yang melegenda yang berdiri megah di kota Agra. Kisah-kisah Mahabharata, Ramayana, dengan segala kisah peperangan, kisah kasih, dan tentu saja dewa-dewanya yang masyhur. Juga peradaban India yang kuno dan eksotis.  Semuanya tercetak rapi di buku sejarah jaman saya SMP dulu. Tidak ada yg mengingkari bahwa India adalah salah satu pusat peradaban dunia yang punya ciri khas tersendiri.

Saya menginjakkan kaki di New Delhi tahun 2004 lalu. Wah, keadaannya memang cukup mengagetkan. Bahkan buat saya yang berasal dari kota Jakarta yang juga padat penduduk. Airportnya belum modern, mal besarnya cuma ada 2, masih banyak sapi yang berkeliaran di jalan ck ck ck, transportasi kebanyakan masih sebatas bus dan auto (bajaj), susah sekali mencari toilet di tempat umum. Makanya orang-orang yang pipis sembarangan sudah umum di New Delhi.


Ilustrasi gambar di bawah diambil dari album photobucket disini, situs wikimedia, situs world-guides, situs ini, dan disini juga.

Tapi jangan khawatir itu keadaan tahun 2004. Dalam 7 tahun terakhir ini, New Delhi sudah sangat membenahi diri. Airportnya sudah modern banget, taksi sudah bertebaran jadi sudah ada alternatif transportasi yang lain, metro pun sudah dibangun, sapi2 yang ikut meramaikan  jalanan sudah jarang dijumpai, toilet umum pun sudah mulai banyak dibangun walaupun kebersihannya memang masih diragukan tapi lumayan lah.

written and edited by : Jihan Davincka

5 thoughts on “Saat pertama menyapa New Delhi

  1. Abang gue dan keluarganya kan tinggal di India tuh..dulunya di Mumbai bbrp tahun..sekarang di kota namanya Ahmedabad…katany sih emang gitu..hmm agak2 jorok gitu deh :)) tp ada jg tempat turis yang terawat dan bagus😛

  2. Emang India kalo soal kebersihan nomor sekian deh mbak…..susehhhh …:) Btw, abangnya masih di Ahmedabad sekarang? Dalam rangka kerja ato apa mbak?

  3. Hai Yossie, gw mewakili si Relda yah hehehehe… Setau gw sih si Relda sekarang di Bangalore… tapi btw, Yossie join yuk di mamasejagat hehehehe, ikutan sharing soal seluk beluk New Delhi :D… Reldaaaaa… yuhuuu… respon dong nih ada mbak Yossie :P…

  4. Upss sorry mbak Yossie, baru baca messagenya ..:) Yupe sekarang saya tinggal di Bangalore mba…email aku aja di reldaev@gmail.com ya…nanti aku kasih no telp ku lewat email OK….duh senengnya dapat teman lagi hehehe…email aku secepatnya ya..

Silahkan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s