Taj Mahal, legenda cinta dari India

Diceritakan oleh : Relda Verma

Bosan juga saat sudah tinggal di India ini mendapat pertanyaan2 seperti ini dari teman2 di Indonesia : “Eh, udah ke Taj mahal blom?” … “Rel, mana foto2 lo di Taj mahal?” … “Say, kaya apa sih Taj Mahal, crita2 dong” …  Yah, India memang tidak lepas dari bangunan bersejarah yang satu ini. Taj Mahal.

Berdasarkan informasi dari situs wikipedia, Taj Mahal yang letaknya di kota Agra, persis di tepian sungai Yamuna, adalah sebuah bangunan yang dibangun khusus oleh Shah Jahan untuk istrinya, Mumtaz Mahal. Proses pembangunannya memakan waktu 23 tahun dengan mengerahkan sekitar 20 rb orang pekerja dengan material 43 jenis batu permata. Bukan main-main harga ‘cinta’ sang kaisar untuk sang istri🙂. Katanya bangunan ini adalah wasiat terakhir istri kesayangan sang raja. Awalnya dipersembahkan sebagai tempat peristirahatan terakhir untuk istri tercinta, tapi konon sang raja pun ikut dimakamkan disini setelah meninggal. Benar2 bangunan penuh cinta🙂.

Tapi ada kisah yang cukup mengerikan yang berkembang di masyarakat berkaitan dengan pembangunan Taj Mahal ini. Katanya sih, setelah bangunannya selesai, sang raja memerintahkan agar seluruh arsitek bangunan dipenggal tangannya karena sang raja tidak ingin ada yang meniru bangunan ini. Wah, too much love will kill you? no, too much love will kill anyone around you mungkin😉.

Jadilah di suatu weekend, gw dan suami jalan-jalan ke kota Agra. Tentunya tujuan utamanya menengok Taj Mahal yg legendaris ini. New Delhi – Agra memakan waktu sekitar 4.5 jam perjalanan dengan menggunakan mobil. Kalau menggunakan kereta, bisa ditempuh dalam 3 jam saja.

Kondisi kota Agra sendiri jauh lebih ‘miskin’ dari New Delhi. Benar-benar bertolak belakang. Makanya saya sarankan bawalah bekal makanan sendiri. Di Agra tidak tersedia gerai2 makanan seperti McDonald, Pizza Hut, dkk. Yang ada rumah-makan kecil saja, itupun hanya menyajikan makanan India. Hati-hati jajan di kota kecil di India, cita rasanya sangat berbeda dengan lidah kita. Bisa-bisa nanti malah diare😉.

Setibanya di Taj Mahal, mau masuk harus mengikuti antrian yang super panjang karena membludaknya pengunjung. Dan tiket masuknya dipatok harga berbeda untuk warga lokal dan warga asing. Entah maksudnya apa.

Di Taj mahal, kita jalan-jalan bareng2 saja tidak menyewa jasa tur sama sekali. Sayang juga yah jadi tidak bisa tahu banyak informasi tentang Taj Mahal nya😦.  Bangunannya sendiri memang sangat megah. Kalau lihat dari kejauhan, indah sekali seperti lukisan di langit kalau buat saya🙂. Di depannya dibangun kolam yang memanjang yang turut memantulkan bangunan indah tersebut kalau kita menengok ke dalamnya. Ada taman cantik yang sangat luas di dalam kompleks bangunan ini. Kuburannya sendiri terletak di dalam bangunan Taj Mahal. Tidak diperkenankan mengambil foto-foto dalam bangunan, dan kita hanya boleh melihat kuburannya dari jauh saja.

Oh ya, bangunan ini sebenarnya bukan masjid. Tapi memang sebuah makam. Mungkin karena bentuknya dan memang dibangun oleh kekaisaran Islam, makanya banyak yang menduga kalau Taj Mahal adalah sebuah masjid. Anggapan ini benar adanya, tidak semata-mata karena saya bukan pemeluk agama Islam ya🙂.

Maaf, foto2 nya tidak banyak. Saya dan teman-teman memang terpesona habis-habisan saat berwisata kesini, jadi hanya sempat mengabadikan beberapa foto saja. Tapi tempat semegah ini dapat dengan mudah kalian dapatkan foto2 nya di internet, carilah yang diabadikan oleh fotografer kawakan agar benar-benar terasa keindahannya🙂.

written ‘n edited by : Jihan Davincka

Silahkan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s