1001 malam di Tehran

Siapa yang menyangka, siapa yang menduga kalau akhirnya kami harus menetap di negerinya Ibnu Sina.

Negeri yang dulunya dikenal dengan sebutan Persia, sekarang dikenal di seluruh dunia karena eksistensinya melawan kebijakan negara-negara di dunia tentang nuklirnya. Negeri yang katanya rentan sewaktu-waktu diserbu Israel. Negeri yang katanya mall sedikit nggak kayak di Indonesia. Negeri yang katanya kering kayak di gurun pasir. Negeri yang katanya bicaranya menggunakan bahasa Arab, negeri yang bla bla bla…

Negeri yang terkenal karena kata-katanya tadi adalah Iran, dan karena pekerjaan kepala keluarga kami maka saya pun harus rela tinggal di Tehran dengan melepas sementara status pegawai tetap untuk menjadi ibu Dharma Wanita🙂. And first of all, bahasa resmi negara Iran adalah bahasa Farsi, bukan bahasa arab😀.

Salam hangat dari Tehran

-FITRI HASTUTI-

Silahkan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s