Bahasa Farsi… apaan tuh…

Ditulis oleh : Fitri Hastuti

 Banyak yang mengira bahasa yang digunakan di Iran adalah bahasa Arab. Hal itu seringkali ada di benak kita semua karena huruf farsi sama dengan huruf Arab. Itu tidaklah salah, tapi lebih jelasnya huruf Farsi lebih banyak daripada huruf Arab karena ada huruf Ch, P, dan Ze. Beberapa huruf Farsi juga memiliki pengucapan yang berbeda dengan huruf Arab meskipun bentuknya sama, seperti Tsa dibaca S, Dzal dibaca Z, Dha dibaca Z, daan Waw dibaca V.

Tidak usah khawatir, sumber online gratis untuk belajar bahasa Farsi sudah banyak, mulai yang dari bahasa pengantarnya Inggris, seperti http://www.easypersian.com maupun berbahasa pengantar Indonesia, seperti yang tersedia di website Iran Indonesia Radio bagian Panduan bahasa Persia (http://indonesian.irib.ir). selain itu di beberapa toko buku di Indonesia juga telah tersedia kamus elektronik Indonesia Farsi.

indonesian.irib.ir

Ketika sampai di Negara Ahmadinejad ini saya sama sekali blank dengan bahasa Farsi. Saya kira, di negara yang peradabannya tua ini masyarakatnya pasti sudah fasih berbahasa Inggris. Guess what? It was wrong. Banyak anak muda yang menurut perkiraan saya tengah belajar di tingkatan universitas terbengong-bengong ketika kita minta bantuan dan bertanya dalam bahasa Inggris. Sama juga sih kondisinya dengan di Indonesia. Bukan mereka tidak belajar bahasa Inggris, mungkin berbahasa selain Farsi sulit untuk dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Lagipula semua film asing semuanya telah dialihbahasakan dengan bahasa farsi, sehingga untuk membeli film asing berbahasa asing harus agak sedikit ngumpet. Sedikit kejutan ketika sedang naik taksi, ada beberapa supir taksi yang fasih berbahasa Inggris, Perancis ataupun Jerman karena sebelumnya mereka pernah tinggal di luar Iran.

Lanjut dengan kisah saya, karena ingin kerasan hidup di Tehran, dapat melakukan aktivitas tanpa tergantung pada orang lain, atas informasi teman yang juga telah mengikuti pelajaran bahasa farsi di sana, saya pun mengikuti les di Dehkhoda (http://icps.ut.ac.ir/en/index.htm), yaitu suatu pusat bahasa di bawah binaan Universitas Tehran yang bertujuan mengajarkan bahasa farsi kepada non-Iranian speaker.  Tidak sampai tingkat akhir memang, saya hanya ikut sampai kelas 3 dari total 6 tingkatan.

Setelah itu, sempat juga saya belajar bahasa Farsi dari mahasiswa yang tengah kuliah di Tehran ketika mereka tengah libur, tetapi karena kesibukan mereka maka pelajaran bahasa kami tidak bisa terlalu lama. Selanjutnya saya lebih memilih untuk les private kepada orang Iran yang dapat berbahasa Inggris. Atas bantuan seorang teman mahasiswa, saya les kepada seorang mahasiswa S2 yang juga tengah belajar bahasa Jerman, namanya Khanum Golnaz, sehingga kemampuan berkomunikasi farsi saya lebih cepat terbentuk. Hasilnya? Meskipun tidak semahir mahasiswa Indonesia yang belajar di Iran tetapi saya bisa bepergian sendiri dengan angkutan umum, bertanya ketika tersasar, dan yang pasti minta diskon ketika tengah berbelanja😀 … (jihan : teh, jangan-jangan ini ya tujuan utamanya? hehehehehehe…) .

 Ada satu seri buku yang diperkenalkan oleh guru saya satu ini, yang di belakangan saya tahu ternyata buku itu juga yang digunakan guru ketika saya tengah mengambil kelas bahasa di Dehkhoda. Judul bukunya adalah A Guide to Persian Languange Teaching karangan Yadollah Samareh Ph.D. Tidak sulit untuk menemukan buku ini, dari mulai Book City di Niavaran atau pusat buku di Engelab pasti memilikinya, hanya karena buku ini banyak peminat terkadang stok habis dan kita harus menanyakan kepada toko buku kapan stok baru akan sampai. Ketika tengah meluangkan waktu di beberapa toko buku secara tidak sengaja ada beberapa buku yang bisa menambah pengetahuan bahasa Farsi kita, seperti Simple Colloquial Persian & Tourist Guide of Iran” dan “Iran in Travel”. Oh ya, membeli buku keluaran penerbit di Iran sebenarnya sangat menguntungkan, karena di setiap buku telah di print harga jual, sehingga kalau kita membeli di mana pun harga jual tidak akan mengalami perbedaan. Berbeda dengan buku asing yang di impor ke Iran, tidak jarang harga di Book City lebih mahal dibandingkan harga toko buku di pusat buku daerah Engelab.

Beberapa pusat kebudayaan sebenarnya juga menyediakan pelajaran bahasa farsi bagi orang asing, seperti di pusat kebudayaan di Taman Qeytarieh dan di Taman Niavaran. Tinggal kita sesuaikan alternative tempat kita belajar bahasa Farsi dengan lokasi kediaman rumah kita.

Ayo, ayo.. mari belajar bahasa Farsi..

Silahkan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s