Tehran, Kota 1001 Taman

Ditulis oleh : Fitri Hastuti

Sebelum sampai di Tehran, saya selalu bertanya-tanya: negara di embargo gimana kondisinya ya? Ekstrimnya, jalanannya pasti cuma setapak kayak di film Dr. Sartika-nya Dewi Yull jaman baheula… lebay, hehe..

Nggak kok, sebelum nyampe di sini saya juga googling dulu Tehran kayak gimana. It was not as bad as I thought. Infrastruktur sih cincay lah.. malah lebih canggih daripada di Indonesia. Betapa tidak, kalau setiap daerah di Tehran dari selatan sampai utara maupun dari timur ke barat kondisi dan fasilitas umum bisa dikatakan sama. Mulai dari jalan tol dalam kota yang sangat banyak alternatifnya, seperti dari selatan ke utara bisa menggunakan tol Chamran atau Modares, di mana tol Chamran menjangkau daerah barat sementara Modares di pertengahan. Dari barat ke timur bisa menggunakan tol Hakim atau Hemmat. Masih banyak lagi tol dalam kota lainnya seperti tol Sadr yang ujung timurnya bisa mencapai pegunungan Damavand ataupun tol Yadegare Emam yang ujung selatannya bisa mencapai Monumen Azadi.

Tehran Street (source : http://www.thecityfix.com)

Sebagai informasi, berdasarkan peta Tehran Today Gitashenasi, jumlah jalan tol di dalam kota Tehran lebih dari 10 lintasan.

Kalau Baghdad terkenal dengan negeri 1001 malam, maka tidak berlebihan kalau saya bilang Tehran adalah negeri 1001 taman. Bagaimana tidak indah, setiap inchi tanah kosong tidak dibiarkan terbengkalai dan diisi oleh kaum pendatang.

Tanah kosong biasanya akan dibuat fasilitas umum seperti taman maupun arena olahraga. Disini fasilitas umumnya memang tidak tanggung-tanggung. Taman selalu akan diikuti oleh unsur penunjang betahnya masyarakat Tehran dalam menghabiskan waktu di sana. Minimalnya dalam satu taman pasti ada bangku untuk duduk-duduk, arena bermain anak, dan arena olahraga. Bangku-bangku ini ada juga biasanya dilengkapi dengan meja yang secara tetap sudah terinstal papan catur. Arena bermain anaknya pun cukup besar dan selalu tersedia ayunan serta perosotan yang terbuat dari bahan plastic aman dan tanahnya dilapisi bahan yang tidak membuat nyeri jika anak terjatuh. Arena olahraga untuk umum memang bukan menggunakan fasilitas seperti yang ada di gym yang harus bayar membership fee, semuanya buatan dalam negeri yang fungsinya tidak kalah dengan yang ada di gym.

Taman multi fungsi di Tehran (source gambar : www. panoramio.com, picasaweb.google.com, dan tehrandaily.wordpress.com)

Di musim panas biasanya kumpulan nenek atau kakek akan kumpul di taman, gak mau kalah sama yang muda mereka pun menghabiskan waktu dengan mengobrol antar sesama, menggerakkan badan di arena olahraga, maupun jogging kecil mengelilingi taman.

Pada hari libur di musim panas, semakin malam maka taman akan dipenuhi oleh orang-orang yang sudah melengkapi diri dengan peralatan perang, seperti tikar, termos minuman, box makanan, dan tak ketinggalan bola serta raket bulutangkis. Ya, masyarakat Tehran memang menyukai taman. Berbeda dengan masyarakat Indonesia yang senangnya menghabiskan waktu di mall, masyarakat Tehran lebih senang bersantai ria di taman.

Apalagi ketika awal musim semi tiba, camping adalah rutinitas wajib mereka, terutama pada saat sizdah bedar hari ke 13 pada bulan pertama tahun baru Iran, atau pada tanggal 1 april setiap tahunnya dijadikan hari libur nasional yang dikenal dengan nama Hari Alam. Pada hari itu setiap orang HARUS ke luar rumah. A little bit supersticious, mereka percaya tinggal di rumah pada hari itu akan membawa kesialan. Believe it or not? I don’t, but somehow I appreciate their effort to love nature.

Cuma ada sedikit yang kurang nih, di taman-taman jarang ada yang jualan, di beberapa tempat ada abang-abang yang jualan jagung bakar, tapi itu pun mereka tidak boleh masuk area taman. Sering juga ngebayangin kalau ada emang-emang jualan bakso atau batagor gitu ya.. pasti lesehan di taman tambah mantap.

Park Sa'i (www.panoramio.com)

Beberapa taman menjadi favorit kami sekeluarga, seperti Taman Sai yang terletak di Jalan Vali Asr, dekat Hotel Ramtiin tempat dulu kita tinggal ketika pertama kali sampai di Tehran. Taman ini sangat luas dan juga dilengkapi kebun binatang kecil, seperti burung, kura-kura, angsa, dan kambing.

Di seberang jalan terdapat Tavazo, sebuah toko yang lumayan terkenal menyediakan kacang-kacangan, cemilan favorit masyarakat sini. Kacang yang paling terkenal dari Iran pasti udah pada tahu ya.. itu tuh, si Pistachio.. bagi Iran, pistachio menjadi salah satu komoditi unggulan ekspor mereka. Di sebelah Tavazo berjejer beberapa rumah makan yang bisa menjadi alternative buat mereka yang kelaparan habis jalan-jalan di taman.

Taman lain yang juga bagus dan lumayan sering kami kunjungi adalah Taman Mellat, Taman Taleqani, Taman Valenjak, Taman Mollasadra, dan pastinya taman deket rumah.

Taman Mellat juga terletak di jalan Vali Asr, sedikit lebih utara dibanding Taman Sai, letaknya tidak jauh dari perempatan masuk tol Niyayesh. Taman ini tidak kalah luas dibandingkan Taman Sai, di puncak terdapat danau buatan yang lumayan besar, sayang tidak ada penyewaan perahu. Di bagian belakang taman terdapat Mellat Cinepleks, sebuah bioskop yang katanya OK. Cuman katanya lho, abis belum pernah pergi ke sana sih.

Indahnya Taman Mellat di musim semi (www.panoramio.com)

Kita yang pemahaman bahasa Farsinya minim emang jaraaaaang banget ke bioskop, abis film yang diputar semuanya film asli Iran yang menggunakan bahasa Farsi, nggak ada sub-title bahasa Inggrisnya. Jadi kalau mau nonton film luar kita harus lebih kreatif, entah impor DVD dari Indonesia kalau ada teman yang pulang, atau ngopi dari teman yang udah punya DVD duluan, atau beli VCD bajakan lewat jalur belakang setelah nemu toko penyedianya.. haha. For your info, di sini film luar yang legal beredar di pasaran pun sudah dialihbahasakan ke dalam bahasa Farsi. Kebayang kan gimana harus kreatif kita disini untuk dapet hiburan?

Inspirasi, inspirasi.. datanglah..

12 thoughts on “Tehran, Kota 1001 Taman

  1. di Indonesia, khususnya Jabodetabek susah mba nyari taman.. Ada tanah dikit langsung deh dibuat mall/perumahan/apartemen sama pemkot nya…:PP kalau pun ada taman pake tiket masuk…:PP

  2. Iya, ide bagus untuk Indonesia…coba bayangin ya mall yang bertebaran di Indonesia dijadikan taman…dan kayaknya lebih asyik picnic ditaman daripada di mall…:)

  3. Kalo di Jakarta hiburannya MALL. Jadi ingat dulu waktu kuliah, tiap kali habis ujian, buat ngilangin stress ya jalan2 ke MALL. Shopping. Hahaha. Tapi ya itulah Jakarta. Yg walau banyak dicomplain tapi tetap juga dirindukan.😉 Klo di daerah sih masih mendingan, msh ada pantai bagus yg free entry, walau ada jg yg bayar.

    • ke jeddah aja wie, mal nya buanyaaakkkk… lebih gede-gede… pantai juga banyak dan hampir semua gratis… tapi orang arabnya ngeselin abissss hahahahaha….

      • Asyiiik… Diinvite tante Jihan. Ntar kalo ke Jeddah, lu jadi tour guide gue ya? Pengen bgt ke sono. Moga2 ada rejekinya kita buat kesana. Aamiin.

      • Tour guide mah gampang, kalo perlu gw bawa keliling saudi pake mobil hahahahahahaha…. disini jalanannya caem2 dan bensinya seribu perak saja per liter ^_^ … tapi ya gitu… orang saudi nya banyak yg rese :D…

  4. Sekarang si Surabaya udah mulai banyak taman lho, malah menurut gue lebih oke daripada Jakarta. Fasilitasnya juga lumayan, adalah mainan2 standar kayak perosotan, ayunan, jungkat-jungkit, dan ada air mancur dengan lampu warna-warni.

    Kalo wknd taman2 di sini penuuuuh banget, banyak keluarga dengan anak kecil yang main di sana. Sayangnya ukurannya masih belum terlalu luas dan biasanya letaknya bener2 di tengah jalan, jadi yang gampang parkir di situ cuma motor/sepeda atau ya harus jalan kaki, kalo mobil susah deh.

    • Iya mba Otty, kalo di Tehran taman tuh mendominasi. Ngesot dikit pasti ketemu taman deh hehehehe… mana tamannya amat sangat terawat, bersih, dan gratis hihihihi… nyaman deh tehran ini. Beda banget ama yang beredar di internet soal tehran yang terkekang… yang serasa hidup terkekang itu mah di Saudi ini huhuhuhu…. maklumlah, pemerintahnya lagi musuhan ama U-know-who (voldermort kaleeee :P) ….

  5. Lagi mengeksplor cerita2 tentang Iran, telat banget yah bacanya..hihi…ternyata menarik sekali cerita2 nya. Thanks for sharing ya mbak Fitri😀

Silahkan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s