Transportation that Guarantees Women’s Safety

Ditulis oleh : Fitri Hastuti

source : nowpublic.com

Aha, beralih topik ke masalah transportasi di Tehran.. enaknya jadi perempuan di sini. Gak musti khawatir akan keamanan dan terjadi pelecehan seksual kala menikmati transportasi umum. Gimana nggak, kalo disini pemerintahnya udah mengatur pemisahan penggunakan transportasi umum berdasarkan gender, bukan berarti bias gender lho.. justru itu yang bikin kita nyaman pergi kemana pun seorang diri tanpa pendamping muhrim kita.

Masyarakat Tehran memiliki beberapa pilihan dalam bepergian menggunakan transportasi umum, ada Metro atau subway, bis umum, dan taksi. Taksi juga ada beberapa pilihan lagi, tergantung uang yang ada di kantong kita. Ada Taksi yang bisa kita panggil lewat agen (taksi azans), taksi yang kita panggil langsung di jalan tapi kita sendiri pake taksinya (taksi darbaz), dan taksi yang kita nyetop langsung di jalan dan berbagi dengan penumpang lain dengan arah tujuan yang sama (taksi mustaqim).

Berbagi taksi dengan penumpang lain (taksi mustaqim) , source : jadi.civiblog.org

Taksi mustaqim ini yang menggantikan peranan angkot di Indonesia, karena disini emang nggak ada yang namanya angkot. Dan kita juga perlu pintar kalau mau pakai taksi mustaqim, karena tidak semua tipe taksi ini menuliskan rute atau trayek tujuannya di mobilnya. Jadi tiap kali kita mau naik taksi mustaqim ke suatu tujuan kita tinggal teriak kenceng-kenceng ke tiap mobil yang lewat. Bukan berarti juga tiap mobil yang lewat itu taksi lho, pasti ada juga mobil private, hanya biasanya kita bisa mencirikan bahwa itu adalah taksi jika ada strip di tutup mobil bagian depan, atau warnanya kuning dan hijau.

Nah, bagi pendatang baru menggunakan taksi yang berwarna kuning atau hijau lebih disarankan, karena untuk yang jenis ini tertera tulisan “Taksi” di mobilnya.

Sama seperti halnya di Indonesia, tariff taksi mustaqim ini tergantung dari jauh dekatnya jarak penumpang, untuk ukuran dekat biasanya bertarif Rls. 3.000,- dan untuk ukuran yang cukup jauh bertarif Rls. 5.000,-. Untuk jenis taksi ini memang masih tidak ada pemisahan antara perempuan dan laki-laki.

Taksi dengan supir perempuan. Source : taxigourmet.com

Tapi di Tehran juga woman taksi, khusus untuk para wanita yang juga disupiri oleh supir perempuan. Meskipun ada, tapi layanan woman taksi masih terbatas, baik dari segi jumlah yang masih sedikit maupun jangkauan area.

Taksi darbaz dan taksi azans, karena hanya melayani rute yang kita inginkan pasti bertarif lebih mahal daripada taksi mustaqim. Kedua taksi tersebut jarang yang menggunakan argo. Untuk taksi darbaz lebih baik kita melakukan nego mengenai tariff taksi dengan supirnya di awal ketika akan masuk ke dalam taksi. Tawar menawar menjadi hal yang lumrah di lakukan. Namun biasanya untuk jarak yang dekat tariff taksi darbaz adalah sebesar Rls. 20.000,-.

Setiap lingkungan di Tehran memiliki jasa penyedia agen taksi tersendiri dan setiap hunian apartemen biasanya akan diberikan kode pelanggan, sebutannya Esterak. Jadi kalau kita memesan taksi kepada agen, pasti akan di tanya  kode pelanggan dan arah tujuan. Bisa juga kita menanyakan tariff kepada operator, namun untuk urusan ini kita tidak bisa menawar. Jika kita meminta faktur atau tanda bukti pembayaran taksi, setelah tiba di lokasi yang kita inginkan maka faktur tersebut akan diberikan oleh supir taksi pada saat pembayaran tariff taksi. Biasanya tariff taksi agen sedikit lebih mahal dibandingkan taksi darbaz untuk tujuan yang sama.

Masyarakat Iran sangat mengagungkan ta’aruf, sikap yang menunjukkan penghormatan dan penghargaan kepada orang lain, terutama kepada tamu, sehingga setiap kali menaiki taksi setiap orang pasti akan mengucapkan ‘Salam’ yang artinya ‘Halo’ dalam bahasa Indonesia. Meskipun hanya basa basi sikap yang sama juga ditunjukan oleh supir taksi. Tidak jarang mereka mengucapkan ‘Qabel na dare’ atau gak usah bayar. Tapi itu basa basi ho, kalau sampai kita gak bayar sehabis naik taksi mereka, ya bisa-bisa tinju melayang kali ya.

Transportasi lain yang tersedia di sini, yaitu bis. Bentuk bisnya sama saja seperti yang ada di Indonesia, tapi ada juga bis yang bentuknya panjang seperti busway. Di beberapa daerah, bis memiliki jalur khusus seperti halnya busway, namun di daerah lainnya bis mengikuti jalur yang sama dengan kendaraan lainnya. Semuanya tergantung scenario transportasi dari pemerintah. Setiap bis tidak bisa berhenti seenak udel supir sesuai dengan keinginan penumpang. Mereka diharuskan berhenti di halte bis, atau Istgahe bus. Untuk bis dengan jalur khusus, tidak tersedia jembatan penyebrangan khusus tempat masuk keluarnya penumpang bis. Mereka keluar dan masuk seperti biasa, dan menyebrang dengan hanya menggunakan  zebra cross. Tariff bis di sini pun relative murah, dengan menggunakan single tariff berdasarkan rute, untuk penumpang jauh dan dekat rata-rata mereka harus mengeluarkan Rls. 2.500,-.

Tehran bus transit system , source : uskowioniran.com

Untuk bis, terdapat pemisahan bagi penumpang laki-laki dan perempuan. Penumpang laki-laki biasanya ditempatkan di bagian depan bis atau tepat di belakang supir, sementara penumpang perempuan biasanya ditempatkan di bagian belakang bis, di mana di setiap bagian terdapat pintu. Namun jika sedang penuh tidak jarang penumpang laki-laki menempati bagian depan tempat khusus untuk wanita, dan biasanya tidak akan dimarahi oleh para penumpang perempuan. Sementara pasangan suami istri juga kerap duduk bersebelahan, hal itu tidak menjadi masalah.

Tariff bis biasanya dibayarkan langsung kepada supir, karena disini tidak ada yang menggunakan kondektur. Atau bisa juga kita membayar secara elektronik menggunakan kartu langganan. Hampir setiap bis dilengkapi fasilitas pembayaran elektronik yang terdapat di bagian depan dan belakang bis. Tidak ada yang mengawasi memang, tapi sejauh ini semua orang membayar dengan kesadaran masing-masing, meskipun bis sedang penuh sesak.

Jalan terpanjang di Tehan, yaitu Vali Asr, menjangkau bagian selatan Tehran mulai dari Rah Ahan, tempat berhentinya kereta yang melayani jalur luar kota, hingga ke persimpangan Tajrish, tempat berdirinya Mall Tandiz yang di dalamnya terdapat toko kue paling enak se-Tehran dan tidak jauh dari Istana Sadat Abad yang sangat luas. Istana ini tidak ditempati presiden melainkan bekas istananya Syah Reza Pahlevi, raja terakhir kerajaan Iran sebelum berubah Republik Islam Iran, dan sekarang telah beralih fungsinya menjadi museum. Lebih jauh ke utara Tajrish adalah daerah Niavaran, daerah dekat bekas istananya Ratu Fara Diba, Ratu terakhir jaman kerajaan di Iran yang diusir ke luar negeri. Meskipun melayani jalur terpanjang tapi tarifnya hanya Rls. 2.000,-. Sepanjang Jalan Vali Asr terdapat beberapa spot menarik untuk berbelanja, seperti Monirieh, Jumhuri, Meydun Vali-Asr, Meydun Vanak, seberang Taman Mellat, hingga Meydun Tajrish.

Oh iya, meydun adalah sebutan orang sini untuk istilah simpang, persimpangan, atau square. Monirieh terkenal sebagai pusat belanjan yang menyediakan perlengkapan olahraga, Jumhuri terkenal dengan elektronik serta baju, dan di setiap meydun terkenal dengan perlengkapan fashionnya, mulai dari baju, sepatu, hingga kerudung. Di seberang Taman Mellat, selain terdapat pertokoan juga terdapat toko khusus yang menyediakan pernak-pernik khas Iran dan terdapat di basement satu pertokoan.

Tehran metro station , source : payvand.com

Alternative transportasi yang lain adalah Metro. Seperti halnya bis, metro juga memisahkan penumpang laki-laki dan perempuan dengan pengaturan yang sama. Jalur metro di Tehran cukup panjang, hingga mencakup daerah Tehran dan sekitarnya. Metro dapat dibayar menggunakan tiket ataupun kartu berlangganan. Yang pastinya jika dengan menggunakan kartu berlangganan, tarifnya akan lebih murah. Terdapat dua jenis tiket, yaitu tiket satu arah atau one way ticket (belit – yek taraf) dan tiket pulang pergi atau two ways ticket (belit – do taraf). Tiket satu arah biasanya dibeli jika kita belum pasti menggunakan kembali  metro pada saat pulang. Menggunakan metro juga harus pintar, karena ada kalanya pada jam tertentu menjadi sangat padat, biasanya pada saat makan siang dan jam pulang kantor. Maaf ya, belum bisa komentar kondisi metro pada saat berangkat kantor pagi, soalnya belum pernah menjajal.. haha. Metro menjadi pilihan transportasi yang sangat menarik karena dapat menjangkau area dengan lebih cepat dibandingkan bis.

Satu-satunya alat transportasi yang masih menjadi Pe-er untuk dieksplorasi adalah kereta, karena hanya menyediakan layanan ke luar Tehran. Masih menjadi tantangan tersendiri kalau harus menggandeng dua balita, meskipun teteh Alyn udah sering banget ngajakin naik kereta, akibat sering ngedengerin lagu Kereta Api. Akibatnya cuma bisa ngeles, iya ayo kita ajak ayah naik kereta apinya.. atau nanti kalau ayah libur.. hehe.. ayah, kapan liburnya??

3 thoughts on “Transportation that Guarantees Women’s Safety

  1. Dari gambar2nya kayaknya Tehran mirip singapore ya..bersih!! Dan transportasinya juga sama sistemnya..cuman singapore gak dibedain untuk penumpang perempuan dan laki2..tapi cara bayarnya sama…kayaknya enak banget nih di Tehran…btw di India banyak lho orang Iran,ceweknya cantik2 banget..trus modis abisss..cowonya juga keren boww…cuman nggak ngerti mereka pada ngapain ya di India…:)

    • iya Rel, bersih dan keren hihihihihi…. memang yang metro itu mirip2 sama MRT nya singapura. Dan emberrr juga, cewe2 Iran kece2 kaya gw *gaplokkkk* hahahahahaha…. mereka ke India mau jalan2 kali hehehehe….

Silahkan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s