Big Ben dan Gedung Parlemen Inggris

Ditulis oleh : Rizka Maydita

Dari seluruh gedung bersejarah bergaya kuno di London, jam Big Ben dan gedung parlemen Inggris adalah favorit Saya. Sejak pertama kali lihat, kesannya benar-benar megah, antik, cantik, dan memang paling cocok jadi ikon kota London.

Makanya waktu gedung parlemen ini dibuka untuk umum pas musim panas, Saya langsung tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melongok kedalam bangunan pujaan hati ini.

Tiket masuk ke gedung ini harganya sekitar 200 ribu untuk dewasa dan 90 ribu untuk anak-anak. Umumnya untuk masuk ke gedung-gedung bersejarah di London, termasuk Istana Buckingham harga tiketnya memang sekitar 250 ribuan.

Gedung parlemen Inggris ini sudah ada sejak abad pertengahan sekitar tahun 1100. Dulunya dipakai sebagai tempat tinggal raja-raja Inggris, namun kemudian digunakan sebagai gedung parlemen sejak hingga tahun 1512.

Pada tahun 1834, kebakaran hebat menghancurkan hampir seluruh bangunan ini. Proses rekonstruksipun dilakukan setelah arsitek Charles Barry memenangkan konpetisi untuk mendesain ulang gedung tersebut.

Barry memilih tema gothic guna membangun kembali gedung parlemen seluas 8 hektar itu. Dibutuhkan waktu selama 30 tahun untuk mengkonstruksi ulang bangunan yang juga sempat rusak berat akibar perang dunia kedua di tahun 1944.

Bukan hanya arsitektur luar dengan ukiran bergaya gothic yang membuat Saya kagum dengan bagunan ini, namun juga interiornya. Sayang sekali pengunjung dilarang memotret didalam gedung parlemen ini.

Selain kaya ukiran di bagian luar, setiap ruangan dalam gedung ini menawarkan tema yang berbeda, tergantung keperluan ruangan tersebut. Di dalam The House of Commons atau tempat debatnya 650 anggota parlemen Inggris, warna hijau mendominasi kursi dan karpet ruangan.

House of Commons (source : http://www.britannica.com)

Sementara di The House of Lords atau tempat debatnya mereka yang ditunjuk Ratu Inggris dan perdana menteri karena keahlian mereka di satu bidang, nuansa merah mewarnai seluruh ruangan. Di tempat ini para pengunjung bisa melihat tempat duduk berwarna merah yang dipakai Ratu Inggris, lengkap dengan ukiran yang didominasi gambar singa dan mahkota berwarna keemasan.

House of Lords (source : http://www.britannica.com)

Seperti halnya anggota dewan di Indonesia, parlemen Inggris menghabiskan sebagian besar dari waktu mereka untuk menyusun undang-undang dan mengawasi kinerja pemerintah. Sementara mereka yang mendapat gelar Lords, mengawasi kinerja parlemen.

The House of Commons dan The House of Lords merupakan dua ruangan utama dari 1.100 ruangan yang ada di dalam gedung parlemen Inggris. Makanya tidak rugi kalau ikut tur masuk kedalam tempat ini, karena banyak cerita tentang asal mula parlemen Inggris terbentuk, termasuk melihat langsung benda-benda yang menjadi saksi sejarah berdirinya kota London sejak abad pertengahan.

Di dalam gedung parlemen ini juga tersimpan dua lukisan raksasa yang menggambarkan kemenangan Inggris atas Perancis di jaman Napoleon Bonaparte berkuasa. Kabarnya ketika Presiden Perancis Nicolas Sarkozy berkunjung ke dalam gedung parlemen, kedua lukisan ini sempat dikhawatirkan akan memperburuk hubungan baik kedua negara.

Namun Sarkozy dikabarkan tidak keberatan untuk berpidato di dalam gedung parlemen Inggris dengan latar belakang lukisan tersebut.   

Big Ben

Menara paling terkenal dari gedung parlemen Inggris adalah Big Ben. Tingginya 96 meter dan di abad ke-19 lalu, banyak yang menyangsikan kalau jam ini bisa selalu berdentang tepat waktu.

Big Ben memiliki diameter sepanjang 7 meter, dengan jarum jam sepanjang 2.7 meter dan jarum menit 4.3 meter. Ada 5 lonceng didalam menara ini yang resmi digunakan sejak tahun 1858.

Asal nama Big Ben masih diperdebatkan hingga kini. Awalnya nama itu diyakini berasal dari lonceng raksasa yang ada didalamnya. Namun banyak juga yang percaya nama itu berasal dari Sir Benjamin Hall yang mengawasi pembagunan menara Big Ben, atau nama Juara Tinju Kelas Berat Inggris, Benjamin Caunt.

Terlepas dari segala kontroversinya, selain seru mendengarkan kisah sejarah parlemen Inggris dan mengagumi keindahan gedung parlemen dari dalam, jalan kaki disekitar bagunan ini tidak kalah serunya, karena letaknya yang berada ditepi Sungai Thames dan berseberangan dengan Gereja Westminster, tempat dilangsungkannya Royal Wedding Pangeran William dan Kate Middleton April 2011 lalu.

Jam Gadang di London ini juga menjadi fokus perayaan Tahun Baru di Inggris, dengan radio dan stasiun TV tuning untuk mendengar dentang lonceng menyambut awal tahun.

3 thoughts on “Big Ben dan Gedung Parlemen Inggris

Silahkan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s