Belum Lulus S3 Sudah Bergelar PhD :P

Kog bisa? hehehehe…

Hi, namaku Pita. Aku datang ke Delft tiga tahun lalu, pada Agustus 2008, sekitar dua minggu setelah pernikahanku. Saat ini aku dan suamiku masih tercatat sebagai mahasiswa S3 di TU Delft. Mahasiswa S3 di Belanda dianggap sebagai pekerja (bukan student), jadi mendapatkan hak dan kewajiban yang sama seperti pekerja di kantor/perusahaan.

Pada tahun pertama, kami tinggal d Delft, sebuah kota kecil d propinsi Zuid Holland. Kota ini terkenal karena TU Delft, Delft Blauw dan makam keluarga kerajaan Belanda di basement gereja utama d pusat kota. Selain tiga hal itu, “nyaris” tidak ada hal yang menarik di kota Delft. Seperti halnya kota-kota kecil d Belanda, kota Delft “hidup” hanya dari jam 9-18, dari Senin-Sabtu. Pada malam hari dan Minggu, Daelft bagai kota “mati”, sepi dan hampir semua pertokoan tutup. Sebagai mantan penduduk kota besar (pernah tinggal di Jakarta dan Seoul) terus terang kami bosan sekali tinggal d Delft. Tiap pagi kami berangkat ke kampus saat toko-toko belum buka dan kami pulang saat toko-toko telah tutup. Kesempatan untuk berbelanja dan jalan-jalan hanya ada di hari Sabtu…

Oleh karena itu pada tahun kedua kami sepakat untuk pindah ke kota yang lebih besar. Alhamdulillah kami dapat tawaran apartemen di DenHaag. Meskipun jaraknya cukup jauh dari Delft, tapi apartemen kami dekat dengan halte bus, tram dan stasiun kereta. Jadi kalau mau ke Delft tidak terlalu sulit.

Alhamdulillah juga di tempat yang baru kami mendapat kepercayaan dari Allah SWT untuk mempunyai momongan. Jadi istilahnya, aku belum lulus S3 tapi sudah bergelar PhD (Pernah hamil di Den Haag)…hehe..:D …

Perut buncit di ladang tulip ^_^

Sekitar bulan oktober 2009 kami mengunjungi midwife untuk memastikan kehamilanku. Kami sempat shock saat mengetahui bahwa aku positif hamil. Bayangan hamil di negeri orang, jauh dari orang tua/keluarga dan disambi kuliah dan mengerjakan riset cukup menghantuiku. Apalagi kehamilan ini belum direncanakan hehe…:D Tapi alhamdulillah, dukungan dan bantuan dari berbagai pihak menguatkan kami dan aku bisa menjalani proses kehamilan dengan lancar. Di cerita ini, aku ingin berbagi bagaimana pengalaman hamil dan melahirkan di Belanda.

Selama kehamilan kami check up secara rutin ke midwife (konsultasi ke Dokter hanya dilakukan jika ibu/kandungan ada masalah). Midwife pun harus memilih yang terdekat dengan rumah kita. Jadwalnya hampir tiap 2 bulan (di trimester 1 dan 2) dan tiap bulan di (trimester 3). Selama hamil, USG hanya dilakukan 4 kali dan hanya USG 2D. Berbeda dengan ibu-ibu hamil di indonesia yang harus makan berbagai macam vitamin dan susu, ibu hamil di Belanda hanya disarankan makan satu jenis vitamin dan makan apa pun yang kita inginkan (kecuali ikan/daging mentah). Bahkan aku yang tidak suka minum susu pun tidak disarankan minum susu selama hamil. Kalo kamu tidak suka ya tidak usah minum, begitu kata midwifeku. Disini juga tidak tersedia susu khusus untuk ibu hamil, ibu-ibu hamil minum susu sapi biasa.

Pada usia kehamilan sekitar 4 bulan, aku mendaftarkan calon bayiku ke baby daycare. Kenapa belum lahir udah daftar? Karena antrian masuk ke daycare panjang sekali, apalagi di tempat2 favorit seperti dekat perkantoran/kampus. Aku memilih 3 daycare dekat kampus (jadi kalo nanti ada masalah aku bisa cepat datang). Alhamdulillah kami dapat daycare di pilihan ke 2. Selain mendaftar ke daycare, kami juga harus mendaftar ke kantor pajak untuk mendapat tunjangan daycare dan anak. Kenapa ada tunjangan daycare? Karena biaya daycare perbulannya mahal sekali, untuk 4 hari (full day) masuk kami harus membayar 1200 euro. Alhamdulillah biaya ini ditanggung bertiga (ortu, pemerintah dan kantor/kampus). Aku juga harus mendaftar ke HR kampus untuk mendapatkan cuti hamil/ Maternity leave. Total cuti ini adalah 4 bulan, biasa diambil satu bulan sebelum melahirkan dan 3 bulan setelah melahirkan. Setelah berumur 3 bulan bayi bisa dimasukkan ke daycare selama ibunya bekerja. Selama cuti hamil aku masih bisa mendapatkan gaji, meskipun tidak penuh. Salah satu hal penting yang harus dilakukan di awal kehamilan adalah memberitahu pihak asuransi bahwa kita hamil. Karena asuransi akan membayar semua tagihan midwife, blood test, USG dll.

Mendekati due date melahirkan, aku makin sibuk dengan risetku di kampus sebelum kutinggal cuti hamil, jadi tidak ada waktu untuk ikut kelas berenang, yoga atau pilates. Maka aku senam hamil di rumah saja jika ada waktu lenggang. Instruksinya liat di youtube hehe…:P Kami juga harus menyiapkan berbagai peralatan bayi di rumah. Karena 3 minggu sebelum due date, nurse (kraamzorg) akan datang ke rumah untuk mengecek persiapan kita menyambut bayi. Dia membawa list barang-barang yang harus sudah disiapkan. Kami hunting barang2 itu di Kringloop (pusat barang second), Marktplaats (online shopping) dan beberapa toko diseputaran Den Haag Central/IKEA. Nurse itu akan datang setiap hari ke rumah selama 3 hari setelah bayi lahir. Mereka akan membantu dan mengajari kita merawat bayi. Ada satu persyaratan unik dari nurse di Belanda, mereka minta kita meninggikan tempat tidur minimal 70cm, dengan alasan nurse itu ga mau sakit punggung karena membungkuk saat nanti membantu kita/ bayi di tempat tidur. Meskipun di awal kami pusing dengan persyaratan ini, akhirnya kami menemukan tempat menyewa alat peninggi tempat tidur….haha😀

Dari awal kehamilan kami sudah memutuskan untuk melahirkan d RS. Sebenarnya ibu-ibu hamil di Belanda di sarankan untuk melahirkan di rumah dengan pertimbangan psikologis dan praktis. Ibu-ibu akan merasa tenang berada di rumah dan segala sesuatu yang di perlukan telah tersedia. Tetapi aku masih takut melahirkan di rumah, takut kalo terjadi apa2 terlambat menyelamatkannya. Meskipun memutuskan untuk melahirkan di RS bukan berarti kita bisa datang ke RS sebelum tanda-tanda melahirkan datang. Midwife berpesan padaku, jika air ketubanku pecah dulu di malam hari, kami harus cek apakah airnya jernih atau kotor. Kalau airnya jernih, tidak usah menelfon midwife, tunggu hingga pagi, baru menelfon. Kalau airnya kotor, harus langsung telfon midwife, karena kemungkinan bayinya “pup” di dalam, jadi harus segera dikeluarkan. Kalau kontraksi terasa lebih dulu dan sudah sering baru menelfon midwife. Setelah itu midwife akan datang dan mengecek sudah bukaan berapa. Kalau sudah bukaan 5 dia akan mengirimkanku ke RS.

Alhamdulillah, akhirnya pada hari Senin tanggal 7 Juni 2010 bayi pertama kami lahir dengan selamat melalui operasi sesar (aku sudah ga kuat “ngeden” setelah dicoba melahirkan secara normal lebih dari 3 jam). Namanya Fatih Antasena Saputra…🙂

Our new born : cutie little Sena🙂

Jika ingin tau tentang pregnancy di Belanda bisa buka-buka website ini:

  1. http://www.passionateparenting.nl/pregnancy-and-birth/having-a-baby-in-the-netherlands.php
  2. http://www.expatguideholland.com/themes/personal___social_needs/health_care/pregnancy/
  3. http://www.expatica.com/nl/family/kids/Maternity-matters-_-What-to-expect-in-the-Netherlands.html?ppager=0

11 thoughts on “Belum Lulus S3 Sudah Bergelar PhD :P

  1. Baru baca 2 tulisannya mba Pita di blog ini…seruu..nanti aku tanya2 mba Pita yaaah, insyaallah saya mau ngelahirin bulan maret..kalau nggak, insyaallah kapan2 kita ketemuan lagi, salam buat Dede Sena…:)

    • huaaa..tante annisa, maaf baru liat komen ini…hehe. Wah baru tahu kalo lagi hamil. Selamat tante…hehe. Semoga lancar2 semuanya. Boleh2, kalo ada yg bisa aku bantu langsung kontak aja yah. Nti aku kasih nomer telpunku lewat inbox FB…kiss kiss buat tantenya…hehe..:D

  2. Pingback: Melahirkan di Jeddah « Far away from homeland…Indomie's still d best!

  3. Assalamu’alaikum mb pita, salam kenal dari saya iffah di Oman, wah baca ceritanya jadi kangen Delft, saya 4 tahun di Belanda 3 tahun di Rotterdam dan 1 tahun di Delft. Suami juga alumni TU Delft lulus Mei 2007🙂 semoga suatu saat nanti bisa berkunjung ke Delft lagi, kangen naik sepeda mundur karena anginnya yang kenceng heheh ok, dank je wel voor jou verhaalen😉 tot ziens..

    ‘Iffah

    • Bu Iffaaah…<3
      hihi maaf baru baca komen ini hari ini…kkk😛 Saya masih pemula dalam dunia tulis menulis ini. Alhamdulillah mbak Jihan mengajak saya menulis diblog ini hehe..:D
      Ayo-2 maen ke Delft lagi bu, smoga ada rejeki dan kesempatan bisa ketemu disini…hehe *hugs*

Silahkan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s