Tentang Sekolah Anak di Bremen

Ditulis oleh : Amna Atisah

Disini, uang sekolah anak tergantung penghasilan orangtuanya, jadi bisa saja dalam satu kelas namun iuran yang dibayarkan masing-masing anak beda. Sudah ada itung-itungan yang ditetapkan dinas sosial. Jadi besaran uang sekolah itu sepersekian sekian sekian dari penghasilan orang tuanya. Berdasarkan hasil hitung-hitungan, uang sekolah raihan yang harus kami bayar tiap bulan sebesar 30 euro, rinciannya 8 euro uang sekolah dan 22 euro untuk uang makan.

Ketika kami mendiskusikan dengan teman-teman sesama penerima beasiswa S3 lainnya, mereka juga dikenakan iuran yang kurang lebih sama untuk anak mereka masing-masing. Yap biarpun scholarship agency beda-beda, ada yang dari DIKTI, DAAD ataupun dari project lainnya, tapi kayaknya besaran nilai yang diterima gak terlalu jauh beda.

Di awal agustus,  ibu kepala sekolah manggil kami, dia ngomong kalau melihat dari penghasilan kami, dia menyarankan kepada kami untuk mengajukan surat ke dinas sosial, dengan tujuan biar dapat subssidi dari pemerintah, jadi gak perlu bayar uang makan, cukup uang sekolahan aja.

Pak Yudi, temen sesama penerima beasiswa S3 bilang kalau untuk ukuran negara maju seperti disini itu keluarga dengan penghasilan seperti kami-kami ini (mahasiswa S3) dikategorikan sebagai keluarga pra sejahtera, bahkan Rima (penerima beasiswa juga) ketika akan memasukan anaknya sekolah, sang guru sampe terkaget-kaget ketika mengetahui penghasilan mba Rima, sang guru sampe bingung dan berulang-ulang kali menanyakan “apa hanya ini penghasilan kalian?? tidak ada tambahan lain??” dan tentu saja dijawab dengan anggukan oleh mba Rima .

Hehehe si guru itu gak tau kali, dengan beasiswa yang didapat, alhamdulillah semua kebutuhan bisa terpenuhi, dan masih bisa menabung dan liburan lagi

Balik ke soal dinas sosial, sesuai saran ibu kepala sekolah, kami pun mengajukan surat ke dinas sosial. sebulan dua bulan gak ada jawaban, kami pikir oh mungkin kami gak memenuhi syarat untuk dapet bantuan itu. nothing to lose lah.

Eh gak tunya 2 hari lalu, dapet surat dari dinas sosial yang didalamnya ada kartu biru alias blauekarte, penampakannya seperti ini :

Dengan kartu itu, mulai bulan depan raihan cukup bayar uang sekolah 8 euro saja, dan uang 22 euro yang sudah kami bayarkan sejak agustus akan direimburse..Alhamdulillah

Mengutip tweet @Aagym kemarin pagi, yang mengatakan seperti ini “apapun nikmat yang ada padamu, itu semua datanganya dari Allah SWT”.

Mudah2an kita selalu jadi orang yang bersyukur. Lumayan kan bisa ngesave 22 euro sebulan, buat nambah-nambahin uang jajan emaknya tabungan  hehehe….

2 thoughts on “Tentang Sekolah Anak di Bremen

Silahkan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s