Serunya Travelling Bareng Bayi

Ditulis oleh : Indra Puspitasari

Kali ini aku ingin berbagi pengalaman travelling sendiri membawa bayi yang masih kecil…

Saat Sena berumur 9 bulan, aku membawanya terbang dari Belanda ke Indonesia. Suami ga bisa ikut karena sibuk thesis. Ini adalah perjalanan jauh kami yang pertama. Total perjalanannya sekitar 18 jam.

Sengaja aku pesan tiket Garuda Indonesia dengan harapan para pramugarinya bisa membantuku menghandle Sena tanpa kesulitan menjelaskan permasalahanku dalam bahasa inggris. Selain itu saat balik ke Belanda nanti aku akan membawa serta ibuku. Ibu akan tinggal d belanda sekitar 3 bulan setelah itu beliau akan terbang sendiri pulang ke Indonesia. Ibu tidak bisa berbahasa inggris, jadi naik pesawat Garuda adalah pilihan yang tepat. Selain itu pesawat Garuda rute AMS-CGK hanya transit 1 jam di bandara Dubai. Selama transit penumpang diperbolehkan untuk tidak turun pesawat, jadi ibu tidak usah pusing bagaimana dan harus ngapain selama transit.

Satu kelebihan lagi dari Garuda, petugas imigrasi akan memproses dokumen kita di atas pesawat, jadi saat sampai d CGK bisa langsung ambil bagasi dan keluar dari bandara. Ibu baru pertama kali terbang ke luar negeri, pasti beliau akan bingung bagaimana mengurus imigrasi dll. Jadi layanan imigrasi d atas pesawat sangat membantu beliau…:).

Back to the topic…hehe…aku sedikit khawatir travelling membawa bayi sendirian. Takut nanti Sena rewel, nangis dan mengganggu penumpang lain yang sedang istirahat. Lalu bagaimana aku bisa membawa bayi, koper dan barang-barang bawaan lain sekaligus. Makanya aku mencoba mempersiapkan perjalanan kali ini dengan cermat.

1. Persiapan pertama adalah membeli stroller. Pilihan kami jatuh pada Quinny Zapp, meskipun harganya relative mahal tapi stroller ini ringan dan mudah dilipat jadi sangat praktis untuk dipakai travelling.

2. Kedua adalah membaca artikel-artikel tentang travelling bersama bayi. Ada beberapa hal penting yang harus di perhatikan saat bepergian bersama bayi yaitu:

– Check in awal, pastikan bisa duduk di depan dan mendapat bassinet (box bayi).

Contoh baby-bassinet (source : http://www.babiesbassinets.com)

– Bagaimana cara melalui petugas security bandara jika kita membawa bayi, susu (bubuk/cair), makanan, minyak-minyak dan obat-obatan.

– Persiapkan semua perlengkapan bayi dan masukkan ke dalam satu tas yang mudah diambil.

– Bayi diusahakan sedang menyusu saat pesawat take off/landing/mengalami turbulence untuk mengurangi rasa sakit di telinganya karena perubahan tekanan udara (tapi jika dia sedang tertidur tidak perlu dibangunkan untuk minum).

– Jangan segan-segan meminta pertolongan air crew jika ada masalah (beberapa orang masih malu-malu minta tolong pramugari)..😀

3. Ketiga adalah mempersiapkan apa saja yang harus dibawa ke kabin. Berikut adalah barang2 yang kumasukkan ke backpack-ku:

Lima lembar popok (kira-kira cukup untuk 18 jam perjalanan), satu kotak tisu basah, 2 pasang baju ganti, susu bubuk (karena Sena sudah ga minum ASI sejak umur 8 bulan), botol susu, pacifier, obat-2an Sena (paracetamol, minyak telon, Bepanten, cutton buds, vitamin D (Sena harus minum supplemen vitamin D sejak lahir hingga umur 4 tahun), obat tetes telinga (waktu itu Sena sedang sakit pilek yang mengakibatkan “congekan”), 2 kotak biscuit kesukaan Sena, beberapa buku dan mainan. Aku sengaja hanya membawa satu koper besar, satu backpack dan stroller. Semakin banyak “tentengan” akan sangat merepotkan.

Selama perjalanan, Alhamdulillah Sena tidak terlalu rewel. Bahkan para pramugari memujinya sebagai bayi yang pintar karena jarang menangis. Kadang aku membawanya berjalan-jalan di dalam pesawat untuk mengusir kebosanan. Dia suka main di dalam bassinet tapi agak susah tidur karena bassinetnya terlalu pendek. Jadi dia tidur beberapa jam dalam pangkuanku. Sebenarnya cukup capek hehe…tapi tidak masalah bagiku, asal dia bisa tidur nyenyak dan tidak menangis…

Akhirnya kami mendarat di CGK dengan selamat. Tapi kami harus mengambil stroller di baggage claim, padahal seharusnya stroller itu sudah di siapkan di depan pesawat. Hal seperti ini ternyata harus kita perjelas kepada air crew sebelum pesawat berangkat, karena jarak arrival gate dan baggage claim area biasanya cukup jauh. Jadi mau ga mau aku harus menggendong Sena dan backpack-ku sekaligus, lumayan berat hehe..

Ternyata travelling jarak jauh sendirian dengan bayi (tanpa asisten) bukanlah hal yang merepotkan jika kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik..

Alhamdulillah liburan kami di Jakarta selama 3 minggu sangat menyenangkan. Sena bisa sungkem kepada kakek-nenek-oom dan tantenya juga kenalan dengan sepupu-2nya. Perjalanan balik ke Belanda juga alhamdulillah lancar.

Oleh2 dari Indonesia, Sena pake baju TIMNAS hehe…^^

7 thoughts on “Serunya Travelling Bareng Bayi

    • Mbak Shita, maaf baru reply. Hehe..akhirnya nti pulang bareng sekeluarga kan? Berangkat dari Paris atau gimana? kan dah pindah ke perancis bukan? Take care ya and have a safe and nice flight🙂

  1. artikelnya bermanfaar banget mba buat aku. karena aku lagi agak hawatir bawa baby (4 bulan) saat terbang ke jerman nanti. kira2 ada saran ga mba untuk aku, cz aku baruu pertama kali bawa baby…🙂

  2. Halo mba lia, alhamdulillah kalo artikelnya bermanfaat, insyaAllah ga papa mbak, tapi tentu lebih baik cek dulu ya ke dsa-nya, safe apa ga. Saran apa ya hehe…yang penting sih persiapkan barang2 utama bayi di backpack yang mudah di jangkau (popok, mainan kesukaan, dot (kalo perlu), dll). Trus pastikan bayi benar2 sehat sebelum perjalanan. Jangan lupa bawa obat yang biasa d pake (minyak telon, paracetamol, dll). Lalu komunikasikan dengan awak kabin tentang stroller, baby box, selimut, susu (kalo dah ga ASI), dll. Siapkan juga fisik dan mental ibunya hehe…bisa jadi ibunya susah tidur karena bayinya ga mau bobo di baby box hehe😀 dan terakhir, just try to have fun, don’t be nervous, if you plan carefully, insyaAllah everything will be fine🙂 good luck😀

  3. gitu ya mba, oke i’ll try🙂,,,, tanya lagi ya mba, kalau untuk pengurusan paspor n visa waktu itu dede sena gimana mba? ada ketentuan sendiri ga kalau bawa bayi?🙂 cz aku juga sama berangkat n ngurus sendiri, karena ayahnya berangkat lebih dulu,,,

  4. ane kebetulan masih lajang sob, jadi nya kalau traveling suka bawa bekal asal-asalan, mungkin kalau ane sudah nikah dan punya baby kayak sobat, pasti juga bawa perlengkapan lengkap

  5. Mbak..kebetulan aq mau perjalanan jauh jg ke Belanda..info dunk backpah nya itu tas slempang..ransel atau tenteng ya?

Silahkan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s