Checkpoint Antar Kota di Saudi

Halo,halo… Jeddah lagi, Jeddah lagi hehehehe… Seret ini setoran dari belahan bumi yang lain, masih hawa-hawa liburan mungkin *menghiburDiriSendiri*.

Baiklah, dongeng dari kampung halamannya Unta kali ini adalah tentang checkpoint. Checkpoint ini diartikan sebagai titik pemeriksaan. Hampir semua kota di Saudi ini dilengkapi dengan pos penjagaan lengkap dengan petugasnya saat kita akan memasuki kota yang bersangkutan. Termasuk kota-kota kecil loh. Jadi sebelum memasuki kota tertentu, kita harus melewati pos ini dulu.

Pos penjaga di salah satu checkpoint di Saudi (source : americanbedu.com)

Wah, kedengarannya kog sangar bener yah. Bener banget. Gue aja pertama kali tau soal checkpoint ini sempet parno kalau mau ke luar kota. Saban ketemu checkpoint, lutut mendadak lemas. Dasar penakut! hehehehe…

Padahal yaaaaaa…. kadang, seringnya di kota kecil, checkpoint itu cuma semacam gardu miniiiiii banget, malah petugasnya sering gag kliatan. Jadi sekedar formalitas aja. Tapi saat kita akan melewati pos penjagaan ini ya harus menurunkan kecepatan. Gitu aja kog. Kalau pun ada petugas, kalau petugasnya sendiri, biasanya asik maenan HP, mungkin curhat ke pacar : “Yang, panas bener, disuru berdiri pula sendirian disini. Kamu sini dong!” ahahaaaiiiii….  Kalau petugasnya ada beberapa orang, mereka kadang asik ngobrol aja rame-rame. Tapi teteeeeppp, mesti pelan-pelan kalo lewat sini.

Yang agak ketat itu kalau memasuki kota-kota besar seperti Jeddah ini. Atau kalau memasuki tanah haram : Makah dan Madinah. Apalagi pas musim haji, masuk Makah bisa ribet. Tapi kita tetap bisa memasuki Makah sih buat ngunjungin sodara dari Indonesia atau untuk sekedar umroh, masih boleh. Yang lebih ketat lagi saat akan memasuki Makah menjelang wukuf, selain untuk jemaah haji, Makah tertutup rapat.

Nah, kalau masuk Jeddah, seringnya emang tertahan agak lama pas ngelewatin si checkpoint. Selain karena pasti banyak mobil lah ya, mesti pelan-pelan, dan pasti ada penjaganya. Biarpun kadang cuma liat-liatan doang, dibrentiin sih jarang banget. Sempet tersendat-sendat rada macet lah kalo mau masuk Jeddah apalagi pas sore-sore di hari weekend (kamis dan jumat). Macet? oh tidaaaakkk, yaela…. paling ketahan 10 menitan doang. Kalo dah biasa di Jakarta sih, 10 menit mah keciiiillllll😛.

Antrian mobil di checkpoint (source : guardian.co.uk)

Tapi urusan checkpoint ini bukan perkara gampang buat para bujangan, atau kalo seisi mobil isinya laki-laki semua. Yang model gini potensinya besar buat diberhentiin dan ditanyain surat macam-macam. Kalo dalam mobil ada perempuan, apalagi ada anak kecil dan bayi pula, biasanya sih gak bakal dibrentiin mobilnya, pasti lolos-lolos aja.

Sebenarnya kalo apes disuruh berhenti ya jangan takut juga. Paling cuma ditanyain kelengkapan surat-surat aja. Seperti SIM, STNK, dan Iqoma (resident permit untuk warga Saudi). Kendaraan yang diperiksa juga seringnya sifatnya random.

Kesimpulannya, ya jangan keburu jiper lah. Kalo udah sering bolak balik antar kota, paling ngelewatin checkpoint ini udah kayak ngelewatin pompa bensin aja kog hehehehehe… santaiiiiiii….

4 thoughts on “Checkpoint Antar Kota di Saudi

  1. Saya pikir tadinya check point itu hanya untuk orang yang mau naik haji. Ternyata saat musim naik haji, mau masuk Tanah Haram memang nggak boleh selain yang mau berhaji ya.

    Ada kejadian lucu, saat saya naik Haji tahun 2011. Saat dari Madinah ke Makkah menjelang wukuf, sebenarnya harus berpakaian ihram. Namun karena rombongan kami dari Indonesia-Jeddah-Makkah langsung umroh, maka saat ke Madinah hanya berziarah (ijin dari Maktab untuk berziarah), jadi dari Madinah ke Tanah Haram semua hanya berpakaian yang menutup aurat, namun yang laki-laki tak berpakaian ihram (kalau perempuan tak ada bedanya kan, apalagi memang jamaah dari Indonesia berpakaian putih-putih).

    Jadilah agak ribet, melalui perdebatan seru, baru bis dibolehkan berangkat. Kemudian seharusnya melalui beberapa pos, untuk diabsen, dicek paspor dan ijinnya, ada pos yang dilewati karena saat itu semua jamaah tidur…ehh kita dikejar-kejar…padahal sebetulnya selain dicek, saat di pos kita diberi makanan, minuman dan air Zam-zam…..negeri Arab Saudi ini memang menganggap jamaah Haji adalah tamu Allah yang harus diterima dengan baik dan diberi makan dan minuman.

    • Iya Ibu, tapi sebenarnya ada ‘jalur lain’ buat naik haji bagi pemukim yang tinggal di Saudi. Istilahnya ‘haji koboi’ hehehehe, menerobos ke Makah tanpa melewati checkpoint😉.

  2. Pingback: Cerita Naik Haji, 'Kesibukan' di Bulan-bulan Haji - Jihan Davincka

  3. Pingback: ‘Kesibukan’ di Bulan-bulan Haji | Far away from homeland...Indomie's still d best!

Silahkan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s